Sebuah Keterbatasan Tidak Menjadi Penghalang Dalam Meraih Prestasi Asal,
didukung dengan sebuah keniatan dan kemauan untuk melakukannya.
Pemikiran ni digunakan di Komunitas Anak Langit untuk mencerdaskan dan
memberdayakan anak-anak jalanan agar dapat meraih mimpi dengan segala
keterbatasan yang dimiliki……
Profil “KOMUNITAS ANAK LANGIT"
Berawal di tahun 2005, kegelisahan
melihat anak-anak muda yang menyesaki jalanan,terbesit rasa tanggung
jawab mengangkat dan membawa anak-anak itu ke arah yang lebih
terang, jauh dari ganasnya kehidupan jalanan. Tidak sedikit sekarang
penghuni anak langit yang sudah mengenyam pendidikan formal,
bahkan ada yang sampai merasakan bangku universitas. Pucuk masa depan
pun tersingkap tahap demi tahap.
Bangunan Komunitas Anak Langit dr samping
Komunitas anak langit dibentuk oleh beberapa orang dengan latar belakang
yang berberbeda. Mereka telah melakukan sebuah petualangan lebih
dahsyat dibanding pembuat dreemland komunitas anak langit mereka juga
ada yang menjadi PNS, mantan anak jalanan, dan juga aktivis. Dan
diantaranya, baru tiga orang yang dapat kami ketemui.
Pertama, uwak Husein tapi karena kesibukannya sehingga uwak Husein jarang ada di tempat.
Kedua, bang Edi dengan penampilannya ng-punk
dan dengan muka yang sangar tak disangka bang Edi adalah seorang
sarjana “S.Ag” Sarjana Agama. Bang Edi adalah orang yang memiliki
tipikal ceplas-ceplos dan blak-blakan dalam berbicara.
Ketiga, bang Mi’ing mengatakan bahwa sebelum “anjal” anak jalanan masuk ke komunitas ini, terlebih dulu harus mengikuti psikohealing. Yang tempatnya tak jauh dari basecamp anak langit. Di tempat itulah “anjal” dapat melakukan share dengan seorang relawan yang berprofesi sebagai psikolog. Hal ini dilakukan untuk mengetahui sampai di grade
mana “anjal” ini berada, sehingga setelah mengetahui grade yang
dimiliki “anjal” maka pola pengasuhan akan lebih mudah dilakukan. “Tak ada istilah masa anak-anaknya kurang atau masa kecilnya kurang bahagia”, ungkap bang Mi’ing.
Namun mereka memiliki visi untuk membentuk
komunitas ini. Mereka membentuk komunitas ini dengan tujuan untuk
bermain dan belajar untuk anak-anak jalanan yang singgah di sini. Mereka
bebas untuk melakukan segala hal sesuai dengan apa yang mereka inginkan
asal perilaku mereka tetap dijaga.
Lokasi komunitas ini terletak dipinggiran sungai
Cisadane, di Jln. Tanah Gocap Tangerang, tepatnya disebelah Rumah Duka
Tanah Gocap Tangerang. Tempat ini dibangun dengan konsep yang ramah dan
hijau. Pada saat masuk ke komunitas ini kami langsung disambut dengan
ramah penghuni komunitas anak langit dan disuguhkan suasana yang asri.
Komunitas ini terbuka lebar untuk semua orang yang ingin mengetahui
Komunita Anak Langit. Di Komunitas ini dapat kami temui beberapa ruangan
yang disediakan diantaranya ruang belajar, perpustakaan, musholla,
saung-saung dan lainnya.
Di bantaran sungai Cisadane,Tangerang, berdiri
tegak sebuah bangunan bercorak anyaman bambu, beratap jerami, rimbun,
dan dari sana tersembul sinar dari sebuah harapan.Mereka menyebut
dirinya anak langit, keluarga anak langit.
Aku juga bisa berprestasi
Di sini mereka dibimbing untuk mengembangkan potensi dan kreatifitas
diri, melukis, bermain perkusi, dan membuat berbagai karya tangan di
samping pendidikan formal. Tak sedikit dari mereka yang menggoreskan
kilau prestasi, salah satunya adalah menjuarai kempo tingkat
nasional. Kelompok perkusi anak langit pun sudah malang melintang
mengisi acara di Jabodetabek dan Bandung. Tak kalah, acara sekelas Urban
fest pun pernah dirasakan mereka. Di komunitas ini mereka tidak hanya
dibimbing untuk mengembangkan potensi akan tetapi juga diberikan sebuah
pelajaran mengenai sopan santun, agama, kemandirian dan lainnya.
Pemikiran Sederhana Dapat Membuktikan Prestasi Anak Jalanan

Aku juga bisa mendapatkan pelajaran yg layak
Anak Langit adalah sebuah organisasi non-profit yang bertujuan untuk
menampung anak-anak jalanan dan rakyat miskin, mereka tidak hanya
ditampung, di
Keluarga Anak Langit,
mereka diberikan pendidikan dan aktivitas rutin secara berkala. Di
Keluarga Anak Langit, anak-anak jalanan yang ditampung diajarkan
berbagai macam ilmu, seperti pelajaran yang dipelajari disekolah-sekolah
formal, bahkan mereka juga diajarkan keterampilan kerja seperti
bertani, bercocok tanam, berternak, menyablon dan bahkan memperbaiki
mesin. Mereka yang ditampung disini, selalu diasah potensi, kreativitas,
dan kemampuanya untuk lebih maju di masa depan kelak.
Konsep
yang dimiliki komunitas ini sangatlah sederhana, mereka dibebaskan
untuk melakukan kegiatan belajar baik di dalam maupun di luar ruangan
untuk meraih mimpi dan cita-cita yang mereka miliki.
Dalam komunitas ini memiliki sebuah tujuan yaitu menjadikan “anjal”
sebagai anak Indonesia yang cerdas, kreatif, mandiri, dan berbudi mulia.
Sehingga tidak lagi sebagai “anjal” yang males-malesan yang hanya
bertumpu pada rasa kasihan dari orang lain atau pengguna jalan, akan
tetapi menjadikan masyarakat bangga pada mereka sebagai “anjal” yang
memiliki prestasi. Banyak sekali kegiatan yang diadakan di dalam
komunitas ini untuk dapat mengasah kreativitas dan pemikiran anak
jalanan untuk bisa meraih mimpinya.
Berbagai macam hasil kesenian yang sudah mereka
hasilkan dan hasil tersebut mereka jual. Hasil kesenian yang mereka
hasilkan berupa lukisan, kaos, dan ada juga pajangan robot yang mereka
buat dari barang-barang bekas seperti galon, telepon bekas, dan barang
bekas lainya dan mereka juga memiliki kesenian music yang bagus yang
dinamakan perkusi yang semua alat-alatnya berasal dari barang-barang
bekas seperti drum bekas, gallon bekas, dana lainnya.
Miatur Buaya hasil Anak Langit

Lukisan Anak Langit
Miniatur Robot Anak Langit
Hal ini dilakukan oleh Komunitas Keluarga Anak
Langit untuk membuktikan bahwa anak jalanan dapat berkarya, dan karya
yang dihasilkan oleh anak langit ini juga menunjukan kepada seluruh
masyarakat bahwa stigma yang diberikan pada anak jalanan yang
“mengidentikkan anak jalanan dengan kriminalitas” itu adalah salah. Anak
jalanan apabila dibina dengan baik akan bisa berkarya seperti ini.
Komunitas ini juga bisa menjadi wadah bagi anak jalanan agar tidak
terjerumus pada dunia kenaklan remaja dan sebagai wadah untuk
mengembangkan kemampuan positif yang dimiliki oleh anak jalanan.